Kalau ditanya liburan seperti apa yang menyenangkan? Jawaban saya adalah yang sederhana tapi berkesan. Itulah yang saya rasakan saat menghabiskan waktu di Telaga Sarangan, Magetan. Sebuah tempat yang sudah sering kudengar, tapi baru kali ini benar-benar saya kunjungi.
Saat pertama kali sampai di Telaga Sarangan,
pandanganku langsung tertuju pada air telaga yang luas dan tenang. Karena saya
berangkat pagi sekali, sehingga masih ada kabut tipis, udara dingin dan sejuk. Saya
berjalan santai menyusuri jalanan tepi telaga sambil sesekali mengambil foto. Telaga
Sarangan memiliki banyak aktivitas seru yang bisa dicoba seperti naik speedboat
atau naik kuda mengelilingi Telaga Sarangan.
Aktivitas yang pertama kali saya lakukan adalah naik speedboat. Wahhh rasanya seru sekali apalagi saat speedboat nya melaju kencang, hembusan angin dingin dan air telaga sesekali memercik ke wajah. Tapi justru itu yang bikin seru, saya nggak bisa berhenti teriak dan tertawa sepanjang perjalanan mengelilingi telaga.
Saya sempat bertanya kepada supir
speedboat kenapa ada pulau kecil ditengah-tengah telaga dan apa isi didalamnya?
Beliau menjawab jika didalam pulau kecil tersebut terdapat makam dari Ki Pasir
dan Nyi Pasir yang merupakan leluhur di Telaga Sarangan ini. Menurut legenda
yang beredar, ada sebuah kisah sepasang kekasih yang bernama Ki Pasir dan Nyi Pasir yang kemudian berubah menjadi
naga hingga terciptalah Telaga Sarangan ini. Saya mengira ini hanya sebuah mitos saja
ternyata makamnya benar-benar ada loh.
Setelah mengelilingi Telaga dengan
speedboat sebanyak dua kali, saya merasa lapar. Tentu saja saya harus mencoba
makan sate kelinci khas dari Sarangan. Sebenarnya ini pertama kalinya saya mencobanya, awalnya sempat ragu karena belum pernah makan daging kelinci sebelumnya, tapi
ternyata rasanya enak dan empuk, agak mirip seperti daging ayam, tapi lebih lembut. Menikmati makan sate kelinci di tepi telaga dengan view seindah ini ditambah dengan udara yang dingin, rasanya betah sekali bersantai disini dan enggan beranjak pergi kemana-mana.
Sebenarnya saya juga ingin
mencoba naik kuda mengelilingi Telaga Sarangan kemudian berjalan kaki melihat
air terjun tapi karna perut sudah kenyang hingga rasanya enggan untuk
melakukan aktivitas lain wkwkk. Akhir cerita saya melanjutkan perjalanan saya
ke tempat wisata kedua yaitu Genilangit.
Liburan ke Telaga Sarangan
ternyata lebih dari sekadar menikmati pemandangan. Ada pengalaman baru,
adrenalin, ketenangan, dan kuliner khas yang bikin saya ingin balik lagi suatu
hari nanti. Kalau kamu butuh pelarian dari rutinitas, coba deh main ke Telaga
Sarangan.
@rofiahsn – collect memories
between mountain winds and lake mist
%20(1).jpeg)

.jpg)
No comments:
Post a Comment