Tuesday, March 10, 2026

Dari Sarangan ke Genilangit: Perjalanan Singkat yang Berkesan

Beberapa waktu lalu, Saya akhirnya menjejakkan kaki di salah satu destinasi yang sudah lama ada di daftar keinginanku yaitu Genilangit, Magetan. Lokasinya berada di kaki Gunung Lawu tepatnya di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Genilangit merupakan destinasi kedua setelah Telaga Sarangan yang saya kunjungi saat berlibur di Magetan. Jarak antara Telaga Sarangan ke Genilangit cukup dekat yaitu kurang lebih 20 menit. 


Sesampainya di Wisata Alam Genilangit, saya langsung disambut hamparan pohon pinus yang menjulang tinggi serta jalan setapak yang tertata rapi dan banyak disisipi rumah burung. Ada juga rumah pohon, gazebo serta banyak tempat duduk yang bisa digunakan untuk bercengkrama santai dengan keluarga dan sahabat. 





Saat masuk lebih dalam, di beberapa sudut terdapat banyak sekali spot foto yang instagramable yang wajib kalian coba seperti gardu pandang berbentuk perahu yang berada ditepi jurang, jembatan kayu yang menggantung di antara pepohonan, ayunan dengan background hamparan pegunungan yang hijau berseri serta beberapa kursi santai dengan pagar kaca ditepi tebing. Dan yang paling menyenangkan yaitu semua spot foto di Genilangit ini bisa diakses secara gratis. Tindak perlu bayar uang tambahan apapun lagi untuk bisa berfoto disana. Wahh seru sekali bukan ðŸ˜Š


Saya mampir ke warung kecil yang menjual mie instan dan es teh. Saya duduk disana sambil menikmati mie instan dengan pemandangan pohon pinus disekeliling saya. Hal ini merupakan momen sederhana yang justru jadi highlight perjalanan saya saat berlibur di Magetan.



Genilangit bukan sekadar tempat untuk foto-foto cantik. Ia adalah tempat untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan mengingat bahwa keindahan tak selalu harus jauh-jauh dicari. Kalau kamu sedang penat, cobalah main ke Genilangit. Siapa tahu kamu bisa menemukan kedamaian yang diam-diam kamu cari.


@rofiahsn – find peace between the pine trees


Thursday, March 5, 2026

Short Trip ke Telaga Sarangan: Speedboat Dulu, Sate Kelinci Kemudian

Kalau ditanya liburan seperti apa yang menyenangkan? Jawaban saya adalah yang sederhana tapi berkesan. Itulah yang saya rasakan saat menghabiskan waktu di Telaga Sarangan, Magetan. Sebuah tempat yang sudah sering kudengar, tapi baru kali ini benar-benar saya kunjungi.

Saat pertama kali sampai di Telaga Sarangan, pandanganku langsung tertuju pada air telaga yang luas dan tenang. Karena saya berangkat pagi sekali, sehingga masih ada kabut tipis, udara dingin dan sejuk. Saya berjalan santai menyusuri jalanan tepi telaga sambil sesekali mengambil foto. Telaga Sarangan memiliki banyak aktivitas seru yang bisa dicoba seperti naik speedboat atau naik kuda mengelilingi Telaga Sarangan.

Aktivitas yang pertama kali saya lakukan adalah naik speedboat. Wahhh rasanya seru sekali apalagi saat speedboat nya melaju kencang, hembusan angin dingin dan air telaga sesekali memercik ke wajah. Tapi justru itu yang bikin seru, saya nggak bisa berhenti teriak dan tertawa sepanjang perjalanan mengelilingi telaga.

Saya sempat bertanya kepada supir speedboat kenapa ada pulau kecil ditengah-tengah telaga dan apa isi didalamnya? Beliau menjawab jika didalam pulau kecil tersebut terdapat makam dari Ki Pasir dan Nyi Pasir yang merupakan leluhur di Telaga Sarangan ini. Menurut legenda yang beredar, ada sebuah kisah sepasang kekasih yang bernama Ki Pasir dan Nyi Pasir yang kemudian berubah menjadi naga hingga terciptalah Telaga Sarangan ini. Saya mengira ini hanya sebuah mitos saja ternyata makamnya benar-benar ada loh.


Setelah mengelilingi Telaga dengan speedboat sebanyak dua kali, saya merasa lapar. Tentu saja saya harus mencoba makan sate kelinci khas dari Sarangan. Sebenarnya ini pertama kalinya saya mencobanya, awalnya sempat ragu karena belum pernah makan daging kelinci sebelumnya, tapi ternyata rasanya enak dan empuk, agak mirip seperti daging ayam, tapi lebih lembut. Menikmati makan sate kelinci di tepi telaga dengan view seindah ini ditambah dengan udara yang dingin, rasanya betah sekali bersantai disini dan enggan beranjak pergi kemana-mana.

Sebenarnya saya juga ingin mencoba naik kuda mengelilingi Telaga Sarangan kemudian berjalan kaki melihat air terjun tapi karna perut sudah kenyang hingga rasanya enggan untuk melakukan aktivitas lain wkwkk. Akhir cerita saya melanjutkan perjalanan saya ke tempat wisata kedua yaitu Genilangit.

Liburan ke Telaga Sarangan ternyata lebih dari sekadar menikmati pemandangan. Ada pengalaman baru, adrenalin, ketenangan, dan kuliner khas yang bikin saya ingin balik lagi suatu hari nanti. Kalau kamu butuh pelarian dari rutinitas, coba deh main ke Telaga Sarangan.


@rofiahsn – collect memories between mountain winds and lake mist

Friday, October 10, 2025

Rekomendasi Tempat Belanja Saat Berlibur ke Da Nang, Vietnam

Kalau sedang liburan ke Vietnam, khususnya di kota Da Nang, rasanya kurang lengkap kalau tidak menyempatkan diri untuk berbelanja. Selain terkenal dengan pantainya yang indah dan destinasi wisatanya yang menarik, Da Nang juga menawarkan banyak pilihan tempat belanja, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Berikut ini beberapa rekomendasi tempat belanja yang bisa kamu kunjungi saat berlibur di Da Nang, Vietnam.

1. Hoi An Market



Buat kamu yang suka berburu barang atau pakaian dengan kualitas butik, Hoi An Market wajib masuk daftar list tempat belanja kalian. Hoi An Market terletak dikawasan  Hoi An Old Town/ Hoi An Ancient Town. karena masuk kawasan Hoi An Old Town, tentu saja bangunan toko atau cafe disini bentuknya ikonik sekali dan cocok untuk berswafoto. Di sini, banyak tersedia pakaian dengan desain unik, kain khas, hingga kerajinan tangan yang cocok dijadikan oleh-oleh. ada beberapa butik yang bisa memesan jas langsung jadi di hari itu juga loh, sehingga jas yang kalian beli ukurannya disa disesuaikan dengan ukuran tubuh kalian. bagi kaum mendang mending seperti saya harganya termasuk lumayan pricey sih, tapi semua tergantung selera karna ada harga ada kualitas tentunya.

2. Hoi An Night Market


Berkeliling ke kawasan Hoi An Ancient Town kurang puas jika belum melihat indahnya kelap kelip suasana malamnya. Kalian bisa menyusuri sungai Hoai dari sore hingga matahari tenggelam dengan naik perahu, setelah selesai menyusuri sungai Hoai kalian bisa kulineran di Hoi An Night Market. Pasar malam ini menyajikan suasana yang meriah dengan lampion-lampion indah yang menghiasi jalan. Selain pakaian dan aksesoris, kalian juga bisa mencicipi kuliner khas Vietnam sambil berbelanja. ada sedikit tips saat berbelanja disini karna dipasar  ini sistemnya adalah tawar menawar yaa, jangan takut disini mereka memang mematok harga yang tinggi untuk turis seperti kita, jadi kalian bisa menawar dengan separuh harga terlebih dahulu tapi harus dengan bahasan yang sopan ya guys. Tidak hanya tawar menawar saat berbelanja pernak pernik atau souvenir saja tapi kalian juga harus menawar saat sebelum naik ke perahunya yaa guys.

3. Han Market


Han Market terletak di kota Da Nang, Vietnam, tepatnya di 119 Trần Phú Street, Hải Châu DistrictPasar ini berada di pusat kota Da Nang, tidak jauh dari Han River Bridgedan tepi Sungai Han, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan. Han Market merupakan salah satu pasar tradisional paling populer di Da Nang dan banyak dikunjungi oleh turis untuk berbelanja oleh-oleh, sehingga tidak heran jika disini kalian akan sering menjumpai bule berbelanja disini. Kalian bisa menemukan berbagai produk lokal, mulai dari baju, tas, souvenir hingga makanan kering khas Vietnam. Harganya relatif terjangkau, tapi jangan lupa untuk menawar agar mendapatkan harga terbaik. Tips dari saya yaitu kalian harus riset dulu barang apa saja yang ingin kalian beli beserta kisaran harganya, sehingga saat menawar kalian udah bisa kira-kira harganya.

4. Con Market


Kalau ingin merasakan belanja ala masyarakat lokal Da Nang, Con Market adalah pilihan tepat, karna Con Market merupakan pasar lokal sehingga turis jarang berbelanja disini. Pasar ini letaknya tidak jauh dari Han Market, di pasar ini menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan makanan, jajanan lokal, hingga pernak-pernik rumah tangga. Tempat ini juga dikenal sebagai pusat kuliner dengan banyak makanan tradisional khas Vietnam. Di pasar ini harganya relatif lebih murah dibandingkan di Han Market dan kalian juga bisa menawar sedikit disini.

5. Sontra Night Market

Son Tra Night Market jadi favorit bagi wisatawan karena lokasinya strategis dan sangat dekat Cầu Rồng (Dragon Bridge). Pasar malam Sontra juga merupakan tempat favorit saya saat berbelanja di Da Nang, bisa dibilang ini adalah surga belanja dan kulineran sih karna disini banyak sekali penjuat oleh-oleh seperti pakaian, ganci, tas, cermin lipat dan pernak pernik lainnya. Kalian juga bisa kulineran disini karna banyak sekali stand makanan. Waktu saya kesini ada pertunjukan panggung yang cukup besar seperti konser gitu seru banget kan? jadi menurut saya, Sontra Night Market wajib kalian kunjungi saat berlibur ke Da Nang karna disini harganya murah dan bisa nawar juga kalau kalian beli banyak.

6. PopMart Ba Na Hills

Pop Mart Ba Na Hills

Ba Ha Hills merupakan destinasi wisata paling populer bagi traveler yang berkunjung ke Da Nang. Lokasinya kurang lebih 1 jam dari Kota Da Nang. Bagi kalian pecinta Labubu wajib mampir ke Pop Mart Ba Na Hills karna disini banyak sekali koleksi yang lucu-lucu seperti Molly, Skulpanda, Hirono dan karakter disney lainnya. Kenapa saya menyarankan Pop Mart Ba Na Hills? karna selain bangunannya yang ikonik dan artistik, koleksi mainan disini lebih lengkap dan tempatnya juga cukup luas. Tempatnya sangat instagramable terutama pada tangga melingkar didalamnya.

7. Mall Setempat

Vincom Plaza

Kalau kalian yang tidak bisa menawar saat berbelanja dan lebih nyaman belanja di tempat modern, tenang saja karna di Da Nang ada beberapa Mall yang bisa kalian kunjungi seperti Vincom Plaza, Lotte, Go Market, dan lainnya. Mall-mall ini biasanya menyediakan berbagai brand internasional maupun lokal. Selain itu, fasilitasnya juga lengkap, cocok untuk yang ingin berbelanja sekaligus bersantai.

8. MiniMarket Setempat


Buat kalian yang mungkin memiliki keterbatasan waktu untuk berbelanja, kalian juga bisa berbelanja di minimarket terdekat. Ada banyak minimarket disini, saya tidak bisa menyebutkan satu-satu namanya karna mayoritas menggunakan bahasa Vietnam dan banyak sekali jenisnya sehingga saya tidak bisa merekomendasikan minimarket mana yang paling bagus. Beberapa minimarket disini tidak hanya menjual kebutuhan pangan saja tetapi juga menjual  berbagai macam souvenir, bahkan ada juga yang menjual koper loh.

Berbelanja di Da Nang bukan hanya soal membawa pulang oleh-oleh, tapi juga bagian dari pengalaman mengenal budaya lokal. Dari pasar tradisional hingga mall modern, semuanya menawarkan daya tarik tersendiri. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke tempat-tempat belanja ini saat berkunjung ke Vietnam!

 


@Rofiahsn - Share travel tips and local culture



Monday, August 18, 2025

Tersesat Bahasa: Pengalaman Lucu di Nathawee, Thailand Selatan

Ada-ada saja pengalaman lucu saat bepergian, dan salah satu yang paling berkesan terjadi ketika saya sedang berkunjung ke Nathawee untuk keperluan pekerjaan pada tahun lalu, Distrik Nathawee ini merupakan sebuah nama daerah yang berada di Provinsi Songkla, Thailand Selatan. Daerah ini berdekatan dengan Distrik Sadao dan Padang Besar yang merupakan perbatasan Thailand Selatan dan Kedah, Malaysia. Dan inilah kisahku: petualangan mencari bumbu kacang yang berujung Thai Tea!

Nathawee Road

Hari itu saya sedang melakukan kunjungan ke sebuah sekolah di Nathawee dan agenda pada saat itu adalah demo memasak, sedangkan tim kami tidak ada yang pandai memasak, kami hanya pandai memakan dan mencicipi makanan hahaa. Pada demo memasak makanan khas Indonesia ini kami berencana ingin mengenalkan Pecel sebagai makanan khas Jawa Timur kepada mereka, akan tetapi saat saya cek tas kresek hitam yang kami bawa dari Indonesia ternyata hanya ada kaleng bumbu gudeg dan krensengan saja tidak ada bumbu pecel didalamnya, setelah saya ingat-ingat ternyata bumbu pecelnya sudah diberikan semua sebagai oleh-oleh di sekolah yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia karna sebelum ke Thailand kami berkunjung ke Malaysia terlebih dahulu. Karena salah satu tim terlanjur mengatakan kalau kami akan demo memasak pecel sedangkan bumbu pecelnya tidak ada, maka saya harus mencari solusi untuk mencari pengganti bumbu pecel maka muncullah ide “bumbu kacang dicampur kecap dan saus pedas” saya pikir ini adalah ide yang sangat solutif, karna sepertinya saya bisa menemukan bumbu kacang/bubuk kacang di Thailand dan rasanya akan sedikit mirip dengan pecel, maka saya inisiatif untuk mencari bahan tersebut ke pasar terdekat bersama asisten teman saya.

Misiku pada saat itu cukup sederhana:  mencari bumbu kacang, dan kembali ke penginapan mengambil banner untuk foto bersama. Akhirnya saya meminjam sepeda motor milik pegawai kantin sekolah untuk pergi ke pasar tradisional terdekat. Dan tantangan dimulai ketika saya sudah berada di pasar dan menyadari bahwa hampir seluruh orang di pasar tidak bisa berbahasa Inggris. Sedangkan Internet Roaming maupun Javamifi tidak ada sinyal disini, menurut info hanya sim-card local yang sinyal internetnya full ditempat ini, namun saya belum sempat membelinya. Hiksss lalu gimana cara komunikasinya?

Ketika hampir menyerah karna mereka tidak ada yang paham dengan apa yang kubicarakan, kemudian ada seorang perempuan penjual daging berkata, “Saya bisa cakap Melayu sikit-sikit , kakak cari apa saya cuba bantu” Wuahhh saya merasa seperti mendapat harapan baru. Namun ternyata, bahasa Melayu dengan logat Thailand bukanlah sesuatu yang mudah dipahami. Saya menjelaskan panjang lebar dan dia mengajak kami berkeliling pasar lagi untuk menunjukkan apa yang saya cari tapi bukan itu yang saya cari, dan saya merasa beliau tidak paham dengan apa yang saya maksud dan akhirnya kami tidak membeli apa pun dari pasar tersebut.

Jangan salah, saya tidak semudah itu untuk menyerah, kali ini saya coba cari di minimarket “Seven Eleven”, saya coba cari dibagian rak kaleng bumbu, namun bahasanya keriting semua. Karna terbatas oleh waktu, maka kali ini saya mengandalkan feeling, mana sambal yang enak dan cocok untuk dipadukan dengan sayur. Saya hanya bisa berharap kalau mereka tidak tau dan tidak pernah makan pecel sebelumnya, hahaaaa.

Misi pertama selesai dan saya melanjutkan misi kedua yaitu mengambil banner untuk foto bersama. Fyi, dihari itu kami ada 2 jadwal kunjungan di 2 sekolah yang berbeda diwaktu yang sama, sehingga kami membagi 2 tim. Saya dan asisten teman saya berniat untuk mengantarkan banner ke tempat kunjungan sekolah kedua dengan membawa sepeda motor yang saya pinjam di kantin sekolah pertama. Setelah selesai dari sekolah kedua, kami kembali ke sekolah pertama untuk mengembalikan sepeda motor tersebut, namun ternyata mobil rombongan tim kami sudah pergi ke destinasi selanjutnya yaitu kuil dan hutan lindung tanpa kami. Yaasudahlah, akhirnya kami berdua pun berjalan kaki menuju penginapan saja.



kami berjalan kurang lebih sekitar 2 km menuju ke penginapan, karna saat ini mataharinya terasa sangatlah panas sekali hingga saya merasa haus. Akhirnya saya memutuskan untuk mampir sebentar di kedai minuman di pinggir jalan. Baru saja membuka mulut untuk memesan, si penjual langsung berkata, “No English” Waduh, Saya berusaha tenang dan berkata “It’s Okay” sambil mengambil buku menu dengan maksud menunjuk minuman, tapi yang kulihat hanyalah tulisan keriting Bahasa Thailand, tak ada yang bisa kubaca karna gambar minuman satu pun tak ada. dalam pikirku kalau di Indonesia banyak kedai minuman menjual Es Teh, maka di Thailand pasti banyak yang menjual Thai Tea dong. Dan benar saja, saat saya bilang “Thai Tea” penjualnya langsung mengangguk dan saya bisa menikmati segarnya Thai Tea dan bersantai di penginapan setelah satu hari penuh drama bahasa dan jalan kaki.

Dari pengalaman ini aku belajar bahwa setiap perjalanan tidak selalu mulus, tapi justru dari kejadian lucu dan tak terduga itulah cerita menarik tercipta. Bahasa bisa menjadi penghalang, tapi juga bisa menjadi jembatan asal kita tetap terbuka dan percaya diri.


Author,

@rofiahsn - laugh, learn, and thai tea


Wednesday, December 4, 2024

9 Tempat Wisata Yang Bisa Anda Kunjungi Saat Berada di Thailand Selatan

 

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya saat berkunjung ke Negeri Gajah Putih tepatnya di Thailand Selatan selama kurang lebih satu mingguan. Walaupun kunjungan saya ke Thailand karena pekerjaan, tetapi tetap harus meluangkan waktu untuk mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada disana dong. Ibarat kata sambil menyelam minum air artinya kita tetap bisa bekerja sambil liburan hehee. Berikut adalah tempat wisata yang saya kunjungi saat berada di Thailand Selatan;

 1. Samila Beach/Songkla Beach 

Samila Beach
Saat anda mencari destinasi wisata Thailand Selatan di mesin pencari Google yang pertama kali muncul adalah Samila Beach atau Songkla Beach karna pantai ini merupakan pantai yang cukup terkenal dan menjadi tujuan wisata bagi para wisatawan saat berada di Thailand Selatan. Disana anda akan menemui patung Lady Mermaid yang menjadi ikon pantai tersebut, namun sayangnya saya tidak sempat mengabadikannya karna mungkin waktu itu saya terlalu asyik menikmati keindahan pantai sambil minum kelapa muda dingin :)

2. Night Market Songkla 

Negeri Thailand terkenal memiliki banyak wisata pasar seperti night market dan morning market. Kali ini saya ingin mengunjungi night market yang ada di Songkla. Night market disini menurut saya vibes nya seperti di pasar malam Kodam Surabaya karna sama-sama dipenuhi oleh pedagang makanan, minuman, pakaian, dan pernak pernik lainnya.

3. National Museum Songkla


Museum ini letaknya tepat disebelah Night Market Songkla. Sehingga setelah selesai kulineran di night market, anda bisa mampir di museum ini karna free htm. Pada saat saya berkunjung kesini ada live music dan pertunjukan seni tari dihalaman depan museum ini. Anda bisa berwisata kuliner, menikmati pertunjukan seni, dan mengeksplor museum dalam satu tempat. Cukup menarik bukan?

4. Khlong Hae Floating Market

Negeri Thailand terkenal dengan wisata pasar apungnya karena pasar ini memiliki keunikan yang menjadi ciri khasnya yaitu para pedagang berjualan diatas perahu. Kali ini saya mengunjungi Khlong Hae Floating Market yang berada di Distrik Hatyai. Bagi anda pecinta wisata kuliner, tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi karna tidak hanya pedagang makanan saja tetapi disini juga banyak pedagang pakaian dan cinderamata. Anda dapat berbelanja oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat anda disini karna menurut saya harganya cukup murah. Jika anda kehabisan uang Bath saat berbelanja disini, jangan khawatir karna di pasar ini ada money changer atau tempat penukaran uang. Anda juga bisa tawar menawar saat berbelanja disini, jadi keluarkan kemampuan tawar menawar anda jika berbelanja disini. 😊

5.  Hatyai Park


Destinasi wisata gratis selanjutnya yaitu Hatyai Park. Disini anda dapat bermain kano berbentuk angsa, anda juga dapat memberi makan ikan di danau ini. Fyi, ikan-ikan yang berada di danau ini ukurannya sangatlah besar dan anda pasti bertanya-tanya kenapa ikan sebesar ini dan sebanyak ini tidak ada yang mengambil? Itulah pertanyaan yang terlitas di pikiran saya saat berada di Hatyai Park wkwkk.

6. Kim Yong Market


Thailand memang surganya berbelanja. Kali ini saya berkunjung ke pasar Kim Yong, menurut saya harga dipasar cukup murah sehingga membuat kalap dalam berbelanja. Saya membeli oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat saya dipasar ini. Saya tidak menemukan money changer disini tapi tenang anda bisa tarik tunai lewat ATM. Ada banyak Cafe dipasar ini, sehingga saat anda sudah capek berbelanja, anda bisa  beristirahat dan bersantai sejenak disalah satu café yang ada di pasar Kim Yong ini.

7.  Central Hatyai Mall


Sudah banyak wisata pasar yang saya kunjungi saat berada di Thailand Selatan, rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Mall yang berada di Hatyai. Saya benar-benar meluangkan waktu agar bisa mengunjungi Central Hatyai ini meskipun dengan waktu yang terbatas. Tentu saja karna saya harus mencoba dessert yang sedang viral di Thailand.

Saat masuk ke Central Mall ini pertama kali yang saya cari adalah After You Café karena saya ingin membeli dessert Milk Bun yang sedang viral itu hehee. Tapi sayangnya pada saat itu varian Milk Bun Originalnya kosong, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Palm Sugar Butter Bun. Fyi, Mall disini tutupnya pukul 21.00 waktu setempat dan saya keluar dari Mall tersebut pukul 9 malam, sehingga saya harus keluar lewat pintu belakang karna pintu utama Mall tersebut sudah tutup. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya 😊.

8. Wat Khuat

Wat Khuat Mak Damma Sirri

Sebelumnya saya sudah pernah memposting tentang Wat Khuat ini. Kuil ini memiliki keunikan yang menjadi daya tariknya. Wat Khuat Dama Sirri ini berlokasi di Distrik Chana, Songkla, Thailand.

9. Wat Tham Khao Rup Chang


Wat Tham Khao Rup Chang merupakan destinasi wisata terakhir yang saya kunjungi saat berada di Thailand Selatan. Kuil ini berada di Padang Besa, Sadao Distrik. Letaknya tidak jauh dari border. Sebelumnya saya minta maaf karna tidak bisa nenunjukkan gambar dari kemegahan kuil tersebut karna saya tidak sempat mengambil gambar. Tetapi saya akan mendeskripsikan tentang kemegahan Wat Tham Khao Rup Chang, kuil ini sangatlah besar dan terbuat dari batu. Dibelakang kuil ini anda akan menemukan 2 gua yang cukup besar dan terhubung antara dua gua tersebut. Disalah satu gua tersebut terdapat patung Dewi Khuan In yang besar. Jika anda penasaran bagaimana bentuk kuil dan gua tersebut, anda dapat mencarinya di google.

Setelah selesai berkeliling gua, saya membeli ice cream seperti gambar diatas, kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke border untuk kembali ketanah air tercinta.

Sekian perjalanan saya di Thailand Selatan yang penuh cerita yang seru bagi saya. Sebenarnya banyak destinasi wisata yang belum sempat saya kunjungi dan hanya saya lewati saja saat berada di Thailand Selatan, mungkin jika ada kesempatan kesana lagi saya akan meluangkan waktu untuk lebih mengeksplor wisata yang ada di Thailand Selatan.



Author,

 

@rofiahsn - I think it's hard to forget good memories with good people







Friday, November 29, 2024

Jelajahi Kampoeng Heritage Kajoetangan, Retropolitan di Kota Malang

 

Jika anda seorang retrophile, maka anda wajib berkunjung ke Kampoeng Heritage Kajoetangan yang merupakan sebuah kampung atau desa di Kota Malang yang mengusung konsep Retropolitan. Sesuai dengan konsepnya, di kampung ini anda akan menjumpai banyak bangunan rumah tua bergaya klasik yang masih terawat dan berfungsi hingga saat ini. Kampung ini cukup unik karena berada ditengah pusat kota Malang yang letaknya tidak jauh dari Alun-alun Malang, tepatnya berada di Jalan Arif Rahmat Hakim gang II, Kauman, Malang, Jawa Timur.


Sebenarnya untuk masuk ke kampung ini bisa melalui banyak pintu karna di kampung ini memiliki banyak gang – gang, namun saya masuk lewat pintu masuk utama seperti gambar diatas. Setelah anda melewati pintu masuk, anda akan menjumpai kios – kios kecil di kanan jalan yang menjual berbagai macam makanan. Kemudian anda akan menemukan peta penunjuk jalan dan tentunya anda akan melewati loket tiket wisata Kampoeng Heritange Kajoetangan. Untuk masuk ke wisata Sejarah Kampoeng Heritage Kajoetangan ini, anda hanya perlu membayar sebesar lima ribu rupiah saja dan anda akan mendapatkan satu lembar foto salah satu spot foto yang ada di Kampoeng Heritage Kajoetangan ini.


Saat menyusuri Kampung ini, anda akan menemukan banyak sekali berjajar bangunan rumah bergaya retro jaman kolonial Belanda tempo dulu yang masih berfungsi hingga kini. Anda juga akan menemukan banyak pernak Pernik barang-barang klasik yang tertata rapi didepan rumah seperti pada gambar diatas, ada koleksi kaset, kamera, piano, dan furniture kuno yang tertata rapi teras depan rumah warga. Anda juga boleh berfoto didepan rumah mereka sambil melihat-lihat pernak pernik klasik tersebut.

Setelah berjalan menyusuri kampung ini saya merasa dahaga karena saat saya berkunjung ke Kampung Heritage Kajooetangan ini yaitu pada siang hari. Saya memutuskan untuk rehat sejenak sambil menikmati ice cream lepen ini yang saya beli area spot foto jembatan yang ada di Kampung tersebut. Sebelum akhirnya saya memutuskan untuk kembali pulang, tidak lupa saya mencoba beberapa kuliner yang ada di Malang. So, buat anda yang mengaku seorang retrophile, sangat saya rekomendasikan untuk berkunjung ke wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan ini karna tidak hanya menyuguhkan edukasi wisata tentang sejarah dan budaya masa lampau saja tetapi disini anda juga bisa mencoba kulineran di kafe-kafe dengan konsep klasik yang berada disekitar kampung ini.

 

 

Author,

 

@snrofiah - learn to love history and past cultures like a retrophile


Friday, October 11, 2024

No Ribet, Beginilah Cara Daftar IMEI Iphone Ex-Inter di Bea Cukai Juanda

 

Saat berlibur keluar negeri, bagi pecinta Iphone pasti suka iseng-iseng cek harga Iphone karna biasanya harga diluar negeri lebih murah dibandingkan di Indo tapi bingung gimana cara daftar IMEI nya di Bea Cukai? Atau anda ingin beli Iphone Ex-International (ex-inter) yang harganya jauh lebih murah, tapi takut sinyalnya kena block? Tenang guys, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat mendaftarkan ponsel Iphone Ex-Inter di Bea Cukai Juanda, Surabaya beserta besarannya.


Saat kedatangan dari luar negeri ke Indonesia, anda diwajibkan untuk mengisi Electronic Customs Decleration (e-DC) sebelum keluar dari imigrasi, e-DC dapat anda akses melalui link https://ECD.beacukai.go.id/ . pada link tersebut anda juga bisa melaporkan barang bawaan yang anda bawa dari luar negeri, misalnya anda membeli Iphone Ex-Inter dari luar negeri, anda bisa melaporkannya di link e-DC pada item registrasi IMEI. Perlu anda ketahui bahwa sesuai dengan peraturan, penumpang hanya diperbolehkan membawa 2 unit ponsel dari luar negeri.

Setelah anda scan QR Code e-CD ke petugas penjaluran, maka anda harus ke POSKO IMEI untuk melakukan registrasi IMEI Iphone Ex-Inter tersebut. Ada 3 hal yang harus anda siapkan saat di Posko IMEI yaitu:

1. Paspor

2. Boarding Pass (Tiket pesawat)

3. Unit Ponsel yang akan didaftarkan

Sebelum anda menunjukkan ponsel anda ke petugas Beacukai, aktifkan dahulu Iphone Ex-Inter anda lalu telp *#06# maka akan keluar data IMEI ponsel tersebut, kemudian capture dan tunjukkan ke petugas beacukainya. Petugas akan melakukan penelitian dan penetapan apakah Iphone Ex-Inter tersebut bebas beacukai atau tidak.

Apabila Iphone anda dinyatakan bebas beacukai, maka anda bisa langsung keluar tanpa membayar sepeser pun. Namun, jika Iphone Ex-Inter anda dikenakan beacukai, maka petugas akan mengantarkan anda kebagian loket pembayaran beacukai dan setelah melakukan pembayaran, anda akan mendapatkan bukti pembayaran bea culai seperti dibawah ini.


Fyi, Saya sudah dua kali ini mendaftarkan Iphone Ex-Inter di Bea Cukai Bandara Juanda, yang pertama yaitu pada bulan Maret 2024, saya membawa Iphone 14pro 256GB dan pajak bea cukai yang saya bayarkan sebesar Rp 704.000,- sedangkan yang kedua saya membawa Iphone 12pro 256GB di bulan Juli 2024 dan pajak bea cukai yang dikenakan sebesar Rp 0,-. Atau gratisss. Kok bisa gratis? Yaa karna untuk series Iphone 12 Ex-Inter kebawah memang tidak dikenakan pajak bea cukai dan hanya untuk series Iphone 12 Ex-Inter keatas yang dikenakan pajak bea cukai.

Oh iyaa ada sedikit saran nih buat kalian yang memiliki NPWP dan ingin mendaftarkan Iphone Ex-Inter atau ponsel luar negeri merek lainnya, sebaiknya kalian menunjukan NPWP milik kalian ke petugas karna  PPh dengan NPWP  dikenakan sebesar 10% sedangkan untuk PPh tanpa NPWP dikenakan sebesar 20%. Jadi jika menggunakan NPWP besaran beacukai yang harus anda bayar jadi lebih hemat.

 

@rofiahsn - just learn from experience and share it

Dari Sarangan ke Genilangit: Perjalanan Singkat yang Berkesan

Beberapa waktu lalu, Saya akhirnya menjejakkan kaki di salah satu destinasi yang sudah lama ada di daftar keinginanku yaitu Genilangit , Mag...